SELECT LANGUAGE

Minggu, 16 Desember 2012

Pantun Jenaka

pantun jenaka
kayu jati sedang di tata
diikat-ikat trus di gergaji
Sakitlah hati karna ptus cinta
Lebih parah sambil sakit gigi

Mata genit beradu pandang
Senyum adik menggoda abang
Ayolah dik kita melayang
Menuju negri jauh di sebrang

jalan-jalan ke balikpapan
jangan lupa membeli tas
aku rela mati kecelakaan
asalkan punya cewe duabelas

boleh seberang ketengah pulau
kapal bercadik terbawa angin
hati bimbang ditanah rantau
mendengar adik hendak dikawin

ikan teri sedang dipindang
ikan tengiri dikasi garam biar awet
Aku pengen punya istri yg penyayang
Juga istri yang tidak cerewet

kalau beringin patah didahan,
potong saja biar tak kotor,
kalau dingin tiada tertahan,
nongkrong saja diatas kompor

Mengambil air di dalam perigi
Tali timbanya panjang sehasta
Jikalau kucing tak bergigi
Alamat tikus berpesta pora

Mengarang lagu lalu kunyanyikan
Untuk menghibur si bunga pujaan
Adakah sibunga merasa nyaman
Mari kita teruskan di pelaminan

Ikan tuna bukan di tambak,
jangan masuk ke dalam peti
Kakek tertawa terbahak-bahak,
melihat nenek pakek rok mini.

Muka-muka jalan berbelok,
berlubuk air batang Antokan.
Kalau suka pada yang elok,
yang buruk hendak peliharakan.

Jait baju bikin kebaya
Untuk kondangan dihari selasa
Di kasih tau ga percaya
Kalo Ane bukan buaya

Ada tupai makan kelapa
Kelapa di parut jadikan santan
Kalau sudah punya anak lima
Janganlah suka mengingat mantan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar