SELECT LANGUAGE

Minggu, 13 Januari 2013

Cara Pencegahan dan Pengobatan Penyakit Rabies

Cara Pencegahan dan Pengobatan Penyakit Rabies, obat untuk gejala dan tanda rabies, cara menangani penyakit rabies, vaksin apa dan bagaimana kita mengobati sakit anjing gila akan diulas berikut ini: Penularan penyakit rabies lewatcara gigitan sangat banyak terjadi, umumnya penularan melalui gigitan hewan terinfeksi. Masa inkubasi atau periode waktu mulai dari terkena virus rabies hinggamenimbulkan gejala dapat bervariasi pada setiap orang. Biasanya berkisar antara 3-8 minggu, tetapi dapat juga menjadi sependek 9 hari ataupun selama 7 tahun. Lamanya waktu inkubasi tersebut tergantung pada beberapa hal. Seperti tingkat parahnya luka. Lokasi dari gigitan & kerentanan seseorang terhadap infeksi. Orang yang daya tahan tubuhnya kurang kemungkinan besar lebih rentan untuk mengalami rabies. Pada manusia, gejala penyakit rabies biasanya ditandai dengan demam, batuk atau sakit tenggorokan. Dan dalam jangka waktu beberapa hari diserta dengan gejala lain yang lebih berat seperti halusinasi & kejang. Cara yang paling efektif untuk mencegah terjadinya penyakit rabies pada manusia adalah dengan menghilangkan kemungkinan penyakit rabies pada anjing melalui vaksinasi. Vaksinasi pada hewan (terutama anjing) telah mengurangi angka kejadian penyakit rabies pada manusia di berbagai negara.
Sampai saat ini belum ada obat untuk penyakit rabies ketika gejala penyakit tersebut sudah muncul, oleh karena itu pencegahan sangat penting untuk dilakukan. Kematian manusia akibat penyakit rabies dapat cegah melalui vaksinasi. Vaksin rabies pre-exposure dapat diberikan pada orang yang beresiko tinggi untuk terkena virus rabies supaya dapat terlindungi apabila mereka terpapar virus rabies. Sedangkan vaksin rabies post-exposure dapat mencegah terjadinya penyakit rabies apabila diberikan pada seseorang setelah mereka terpapar virus rabies, vaksin ini sebaiknya diberikan sesegera mungkin setelah terpapar virus rabies.
Bagi pasien yang belum pernah di vaksin rabies sebelumnya, maka CDC USA menyarankan untuk diberikan vaksin rabies post-exposure baik yang berupa antibodi pasif & vaksinnya. Kombinasi antara HRIG (human rabies immune globulin) & vaksin direkomendasikan, baik untuk paparan virus akibat gigitan ataupun yang non-gigitan, tanpa melihat jarak waktu antara paparan virus dengan saat pemberian vaksin.
Sedangkan untuk orang yang sebelumnya telah di vaksin rabies atau menerima vaksin rabies pre-exposure, sebaiknya hanya diberikan vaksin saja tanpa HRIG. Efek samping akibat menerima vaksin & imunoglobulin rabies jarang terjadi, vaksin jenis baru yang digunakan saat ini juga lebih sedikit menimbulkan efek samping dibandingkan dengan vaksin jenis yang lama. Reaksi lokal ditempat vaksin disuntikan seperti kemerahan, bengkak & nyeri dapat terjadi, kadangkala dapat juga terjadi reaksi lainnya seperti sakit kepala, mual, nyeri pada perut & nyeri pada otot. Kadangkala nyeri & demam juga dapat terjadi setelah pemberian imunoglobulin rabies.
Vaksin rabies sebaiknya juga diberikan sesuai jarak waktu yang telah direkomendasikan. Karena pencegahan rabies merupakan hal yang penting, maka sebaiknya tidak dilakukan modifikasi pada dosis & interval pemberian vaksin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar